Author Archives: nastitis

Press Release Orasi Guru Besar

Alhamdulillaahi rabbil aalamiin. Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan saya menyampaikan press release berkaitan dengan kegiatan orasi ilmiah sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian IPB, dengan judul :

Slide2Topik orasi ilmiah ini saya angkat untuk menunjukkan pentingnya keterpaduan berbagai disiplin ilmu dalam pembangunan agroindustri berkelanjutan. Berbagai kepentingan dalam pembangunan agroindustri harus dapat diselaraskan melaui pendekatan multidisiplin sehingga dampak pembangunan yang negatif seperti timbulnya limbah, rusaknya ekosistem dan menurunnya kualitas lingkungan dan kualitas hidup dapat diminimalisir, sedangakan manfaat bagi kemaslahatan masyarakat dapat ditingkatkan.

Naskah orasi ilmiah ini saya tulis dari hasil rangkuman kegiatan penelitian bersama rekan-rekan dosen, peneliti dan mahasiswa bimbingan selama ini. Besar harapan, semoga pemikiran-pemikiran yang disajikan dalam naskah ini dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang agroindustri.

PENDAHULUAN

Perubahan iklim sudah menjadi kata-kata yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Kenyataan ini perlu dipahami dan ditindaklanjuti secara tepat karena mekanisme terjadinya dan dampaknya yang cukup kompleks. Peringatan akan terjadinya perubahan iklim tersebut telah disampaikan kepada kita berabad-abad yang lalu, tetapi nampaknya kita tidak menanggapinya dengan serius. ”Telah tampak tanda-tanda kerusakan di laut dan di darat akibat ulah tangan manusia” (QS Ar-rum Ayat 41), begitu bunyi peringatan yang kita lalai untuk segera menyikapinya. Akibatnya banyak kejadian-kejadian berkaitan dengan kerusakan di laut dan di darat serta di udara yang kita alami.

Manusia memang mempunyai tugas menjadi kalifah di bumi. Dalam menjalankan tugas tersebut berbagai kegiatan dilaksanakan untuk menjaga eksistensi diri manusia di bumi. Salah satu kegiatan tersebut adalah bagaimana menyediakan segala macam keperluan hidup sebaik-baiknya. Dalam rangka penyediaan keperluan hidup tersebut manusia menjalankan suatu proses transformasi bahan baku menjadi produk yang siap dikonsumsi atau dimanfaatkan. Proses transformasi bahan baku hasil pertanian menjadi produk dalam skala komersial kita kenal dengan istilah Agroindustri. Indonesia sebagai suatu negara dianugerahi berbagai sumber daya alam, antara lain lautan yang kaya akan bahan-bahan bernilai ekonomis dan  kondisi tanah yang subur sehingga memungkinkan berbagai komoditi pertanian untuk dibudidayakan, seperti kopi, coklat, teh, kelapa, kelapa sawit, rempah, buah-buahan dan sayur-sayuran tropika, dan masih banyak lagi. Dari proses transformasi bahan baku hasil pertanian menjadi produk akan diperoleh nilai tambah bagi hasil- hasil pertanian tersebut. Ambil contoh hasil pertanian kelapa sawit, dari 1 ton Tandan Buah Segar/TBS (Fresh Fruit Bunch/FFB) akan dihasilkan 220 kg CPO (crude palm oil) dengan harga $ 800/ton  dan 20 kg CPKO (crude palm kernel oil) dengan harga $ 1200/ton. Selanjutnya dari 220 kg CPO dapat diolah menjadi 160 kg (73%) palm olein yang bisa digunakan langsung untuk minyak goreng dan 46 kg (21 %) palm stearin dan 11 kg (5%) hasil samping (by product). Ini semua merupakan produk hilir tingkat pertama. Produk hilir berikutnya bisa bermacam-macam, bisa untuk makanan bisa juga untuk produksi oleokimia.  Sedang dari 20 kg CPKO dapat diolah menjadi produk oleokimia sebagai produk hilir tingkat pertama seperti crude fatty acid sebanyak 19 kg (94 %)  dengan nilai tambah sebesar $ 400/ton dan glycerol 2 kg (12%). Lebih lanjut crude fatty acid dapat diolah menjadi oleokimia lanjutan seperti fatty alcohol dengan nilai tambah $ 800/ton, sabun dan lain-lain (wawancara langsung dengan Koordinator Hilirisasi Bakrie Sumatera Plantation, Juni 20017). Produksi kelapa sawit Indonesia sebesar 32 juta ton per tahun, dengan menggunakan contoh di atas sebagai dasar maka dapat kita hitung berapa nilai tambah yang diperoleh Indonesia melalui Agroindustri kelapa sawit, belum lagi kita hitung komoditi pertanian yang lain.

Produk agroindustri Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dapat diekspor bersaing di pasar internasional. Untuk itu proses agroindustri harus dijalankan secara efektif dan efisien. Praktek agroindustri yang efektif dan efisien menuntut adanya penguasaan dan implementasi rekayasa ekoteknologi untuk mendukung keberlanjutan agroindustri tersebut.

REKAYASA EKOTEKNOLOGI DALAM RANGKA PEMBANGUNAN  AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN

Pada masa lampau pembangunan industri dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Manusia mengolah sumber daya alam secara maksimal untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Bahan baku yang digunakan kadang kala termasuk dalam bahan berbahaya dan beracun. Teknologinya pun relatif menghasilkan limbah dalam jumlah yang cukup besar tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Seiring dengan berjalannya waktu, eksploitasi alam secara berlebihan ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan lingkungan. Hal ini ditandai dengan timbulnya berbagai  macam pencemaran lingkungan mulai dari pencemaran air, tanah dan udara.

Seiring dengan semakin rusaknya lingkungan akibat pembangunan industri, kini manusia mulai memikirkan strategi pengelolaan lingkungan. Pada mulanya strategi pengelolaan lingkungan mengacu pada pendekatan kapasitas daya dukung. Konsep ini kenyataannya sukar diterapkan, hal ini disebabkan oleh kendala yang ditimbulkan dan seringkali harus dilakukan upaya perbaikan kondisi lingkungan yang kemudian tercemar dan rusak, sehingga memerlukan biaya tinggi.

Konsep strategi kemudian berubah menjadi upaya pemecahan masalah dengan pengolahan limbah yang terbentuk (end of pipe treatment/ EOP) dengan harapan kualitas lingkungan bisa lebih ditingkatkan. Namun pada kenyataannya, pencemaran masih berlangsung. Hal ini dikarenakan konsep EOP membuat limbah tetap terbentuk dan seringkali pengolahan limbah hanya mengubah bentuk limbah dan memindahkannya dari satu media ke media lain. Selain itu, upaya ini juga meningkatkan biaya produksi, tetapi tidak setinggi upaya perbaikan kerusakan dan pencemaran. Peraturan perundang-undangan yang mengatur persyaratan pembuangan limbah pada umumnya cenderung dilanggar dan upaya penegakan hukum lingkungan belum berjalan sepenuhnya.

Konsep strategi pengelolaan lingkungan kemudian semakin berkembang dan berubah menjadi upaya preventif atau pencegahan, dan dikembangkan menjadi prinsip produksi bersih sebagai suatu strategi preventif yang operasional dan terpadu (Cheremisinoff dan Bendavid-Val,  2001).

Produksi bersih diperlukan sebagai cara untuk mengharmonisasikan upaya perlindungan lingkungan dengan kegiatan pembangunan agroindustri. Teknologi produksi bersih merupakan gabungan teknik pengurangan limbah pada sumber pencemar (source reduction) dan teknik daur ulang. Dalam produksi bersih, limbah yang dihasilkan dalam keseluruhan proses produksi adalah indikator ketidakefisienan proses produksi, sehingga bila dilakukan optimasi proses, limbah yang dihasilkan juga akan berkurang.

Pembangunan agroindustri yang menerapkan konsep produksi bersih akan mendapatkan banyak keuntungan baik dilihat dari segi lingkungan maupun dari segi ekonomi. Keuntungan yang didapat oleh suatu industri apabila menerapkan konsep produksi bersih adalah mengurangi biaya produksi, mengurangi limbah yang dihasilkan, meningkatkan produktivitas, mengurangi konsumsi energi, meminimisasi masalah pembuangan limbah (termasuk penanganan limbah), dan meningkatkan nilai produk samping.

Pada masa yang akan datang, pembangunan agroindustri diharapkan dapat menciptakan hubungan yang selaras dan seimbang dengan lingkungan. Pembangunan agroindustri tidak lagi menghasilkan polusi dan pencemaran. Tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan mendorong industri untuk menerapkan konsep ramah lingkungan.

Pembangunan tidak hanya mengolah sumber daya yang ada, tetapi mengelola sumber daya itu sehingga masih akan tersedia bagi generasi yang akan datang. Hasil pembangunan yang direncanakan maupun yang terjadi di luar rencana tidak akan menurunkan atau menghilangkan kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan ke arah tingkat kualitas hidup yang lebih tinggi.

Mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan, manajemen dan prosedur standar operasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, kegiatan-kegiatan tersebut tidak selalu membutuhkan biaya investasi yang tinggi, kalaupun terjadi seringkali waktu yang diperlukan untuk pengembalian modal investasi relatif singkat. Pelaksanaan program produksi bersih ini lebih mengarah pada pengaturan sendiri (self regulation) dan peraturan yang sifatnya musyawarah mufakat (negotiated regulatory approach) dari pada pengaturan secara command and control. Jadi pelaksanaan program produksi bersih ini tidak hanya mengandalkan peraturan pemerintah saja, tetapi lebih didasarkan pada kesadaran untuk merubah sikap dan perilaku industri. Beberapa contoh industri yang telah dikaji untuk menerapkan produksi bersih antara lain industri tapioka, industri karet, industri gula, industri kayu lapis, dan industri crude palm oil (CPO).

Apa yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya di planet kita ini adalah penggunaan teknologi. Teknologi berasal dari bahasa Yunani dari akar kata techne yang berarti kerajinan atau seni, dan akar kata ology yang merujuk pada disiplin atau bidang studi.

Kita menggunakan teknologi untuk berkembang dan menyiapkan makanan, pakaian, rumah untuk keluarga kita, mendistribusikan sumberdaya melalui pasar dan mekanisme pasar lainnya, mengangkut kita mengelilingi planet kita atau lebih jauh lagi dan membuat kita sibuk serta menghibur kita.  Teknologi telah memperbaiki standar hidup dan meningkatkan usia harapan manusia, walaupun tidak sama rata. Namun demikian teknologi telah memberi manusia kemampuan untuk merubah dan mentransform bumi dengan cara yang dahulunya tidak pernah terbayangkan. Kita dapat mengirim manusia ke luar angkasa, merubah gunung menjadi lembah, dan mengangkut minyak dari bermil-mil jaraknya di bawah permukaan laut, serta kita juga mampu merubah bahan yang tidak bernilai menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi dan ramah lingkungan  (Muvaney, 2011).

Beberapa contoh rekayasa ekoteknologi yang pernah saya kembangkan bersama tim, teman sejawat dan mahasiswa bimbingan baik program S1, S2 maupun S3  adalah rekayasa ekoteknologi pengomposan, ekstraksi kitin dan produksi kitosan, nanosilika dan nanoseng, membran filtrasi dan membran elektrolit. Teknologi-teknologi seperti inilah (ekoteknologi) yang dapat menyelamatkan peradapan manusia dan lingkungan karena dapat menggantikan teknologi konvensional degan lebih ramah lingkungan. Ketika hubungan manusia dan lingkungan berkembang, teknologi inilah dapat diaplikasikan untuk membuat hubungan manusia dan lingkungan lebih berkelanjutan.

PENUTUP

Pembangunan agroindustri yang menerapkan konsep produksi bersih akan mendapatkan banyak keuntungan baik dilihat dari segi lingkungan maupun dari segi ekonomi. Keuntungan yang didapat oleh suatu industri apabila menerapkan konsep produksi bersih adalah mengurangi biaya produksi, mengurangi limbah yang dihasilkan, meningkatkan produktivitas, mengurangi konsumsi energi, meminimisasi masalah pembuangan limbah (termasuk penanganan limbah), dan meningkatkan nilai produk samping.

Paparan mengenai keuntungan penerapan konsep produksi bersih dalam industri merupakan feedback atau umpan balik positif terhadap investasi yang telah dikeluarkan oleh perusahaan untuk penerapan produksi besih. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa investasi penerapan produksi bersih berbanding positif terhadap keuntungan yang didapat perusahaan. Beberapa contoh industri yang telah dikaji untuk menerapkan produksi bersih antara lain industri tapioka, industri karet, industri gula, industri plywood/kayu lapis, dan industri CPO.

Implementasi produksi bersih dapat menjadi ”win-win solution” bagi kepentingan bisnis dan lingkungan. Untuk mendukung implementasi prinsip-prinsip produksi bersih peran ekoteknologi sangat penting. Beberapa contoh pengembangan produk hijau seperti kompos, chitin-chitosan, nanosilika, membran filtrasi dan membran elektrolit merupakan wujud implementasi rekayasa ekoteknologi yang dapat menguntungkan bagi kehidupan manusia. Bila dari bahan yang tidak bernilai melalui rekayasa teknologi dapat dirubah menjadi produk bernilai ekonomi dan memberikan kemaslahatan bagi kehidupan, maka sesungguhnya upaya manusia sebagai kafilah di muka bumi untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia secara bijaksana sungguh merupakan sebuah keniscayaan. Billa Allah telah menyediakan keperluan manusia dengan sesempurna seperti ini, maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan. Sesungguhnya jika engkau pandai bersyukur, maka nikmatmu akan ditambah.

Semoga Allah berkenan memberikan manfaat dari orasi ini bagi kita semua.

Billaahit taufiq wal hidaayah

Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

Program Pembinaan Profesi Insinyur

Badan Kejuruan Industri Pertanian – Persatuan Insinyur Indonesia (BKIP-PII), pada tanggal 28 Januari 2016 menyelenggarakan Program Pembinaan Profesi Insinyur (PPPI) yang khusus dilaksanakan berupa Inhouse yang diikuti 25 orang engineer (anggota baru PII) dari Departemen Teknologi Industri Pertanian FATETA IPB. Acara P3I dilaksanakan di Kampus IPB tepatnya di Departemen TIN, yang beralamat di Kampus IPB Darmaga.

Pelaksanaan program pembinaan profesi insinyur dimaksud diawali dengan pembukaan oleh Ketua Umum BKIP-PII, Prof. Dr. Ir. M. Romli, MSc.ST. dan dilanjutkan dengan pembukaan dari perwakilan PII Pusat yaitu Ir. Ngadiyanto, SE, MM. Acara selanjutnya disampaikan materi Kode Etik/ Etika Profesi Insinyur dan Pengenalan Sistem Sertifikasi Insinyur Profesional dan Penjelasan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang disampaikan Ir. Achmadi PartowijotoCert. AE,. IPU, materi selanjutnya adalah Penjelasan Bakuan Kompetensi Insinyur Profesional dan Penjelasan Tatacara dan Praktek Pengisian Form Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP), SKA LPJK  yang disampaikan oleh Ir. Ngadiyanto, SE, MM, serta materi berikutnya adalah Sosialisasi UU No. 11 Th. 2014 Tentang KEINSINYURAN dan Organisasi PII yang disampaikan oleh Ir. Rudianto Handojo, IPM.

Pada sesi penutupan acara P3I seperti biasa diawali dengan pembacaan Catur Karsa Sapta Darma Insinyur Indonesia oleh semua peserta dan sebagai kata penutupan disampaikan oleh Ir. Rudianto Handojo, IPM, sekaligus berkenan menyamaikan Sertifikat Pengukuhan Sebagai Insinyur dan Kartu Tanda Anggota PII.

DSCF6242Sumber : TIN IPB

Kerjasama Internasional TIN dengan University Of Antwerp, Belgium

Pada awal tahun 2015 tiga orang staf Universitas Antwerp, Belgia berkunjung ke Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menjalain kerjasama. Kerjasama ditindaklanjuti dengan pengiriman satu orang mahasiswa pasca (program master) Universitas Antwerp, Belgia ke Departemen TIN untuk melakuan tugas akhir penelitian thesis dengan bimbingan bersama kedua belah pihak. Sebagai bentuk kunjungan balasan dan media untuk bisa diskusi lebih lanjut tentang formulasi kerjasama yang akan datang dua orang staf Departemen TIN Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti dan Dr. Ir. Yandra Arkeman telah berkunjung ke Universitas Antwerp, Belgia pada tanggal 26-29 September 2015. Kegiatan ini terselenggara dalam rangka program mobilitas dosen melalui pendanaan BPPTN 2015.

Tujuan yang hendak dicapai adalah terbentuknya kerjasama yang semakin kuat antara Departemen TIN dengan Department of (Bio) Chemical Engineering, Faculty of Applied Engineering, University of Antwerp, Belgium.

Antwerp_NSI_2Output yang diharapkan dalam Pelaksanaan Program ini adalah terpromosikan lebih baik (detail) mengenai Departement TIN dan Progran Internasional yang sedang digalakkan (Bahan promosi terlampir). Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat kerjasama baik dalam bentuk Intensive programmes (mahasiswa dan staf dosen) maupun penyelenggaraan summer schools dalam tahap awal. Setelah itu terbuka juga kemungkinan untuk menyelenggarakan double degree master program.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak Tanggal 26 September sampai dengan 29 September 2015. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, diskusi dengan staf dan pimpinan Fakultas berjalan dengan baik. Beberapa kesepakatan telah dicapai dalam kerjasama pendidikan dan penelitian serta pengembangan staf. Direncanakan dalam waktu singkat akan ada kunjungan staf Universitas Antwerp ke Departemen TIN.

Antwerp_NSI_1

Poster ICAIA 2015

ICAIA2015

ICAIA 2015

Title: ICAIA 2015
Location: IPBCC
Link out: Click here
Description: Empowering Innovative Agroindustry for Natural Resource, Bioenergy and Food Sovereignty

Agro-industry transforms agricultural commodities into high value-added products. Based on Food and Agriculture Organization, agro-industry is defined as the subset of manufacturing sector that processes raw materials and intermediate products derived from agriculture, fisheries and forestry. Agro-industrial sector include manufacturers of food, beverages and tobacco, textiles and clothing, wood products and furniture, paper, paper products and printing, and rubber and rubber products.

However, with changing global demand and technology advancement, innovative agro-industry is needed in order to be competitive as well as sustainable. The challenge of future agro-industry is not merely efficiency and productivity anymore, but also the challenge to appropriately apply frontier technology as well as meeting future global demands.

Agro-industry needs to deal with the application of advance technologies and cope future global issues. Current global issues which arise and expected to exist in the future are food sovereignty, renewable energy, sustainable water management and pharmacy. The ability of agro-industry to respond to future global issues and the undoubtedly substantial increase in demand in future decades will be highly dependent on the increased application of existing technologies as well as the exploitation of new and innovative technologies.

The emergence of high technology could be applied in the agro-industry are : nanotechnology, biotechnology, bioinformatics, food processing, food packaging-waste, state-of-the-art computation and many others. The aforementioned high-technology along with computation technology could greatly advance agro-industry from a traditional system into a smart-intelligent and innovative technology. Therefore, in the new millennia, adaptive-intelligent and innovative agro-industry will contribute to solutions to global problems and brings agriculture into perfection.
Start Date: 2015-08-03
End Date: 2015-08-04

A visit from University of Antwerp

On February 11, 2015, Department of Agroindustrial Technology welcome faculties, Mrs. Sofie Krol, MSc, Professor Ir. Marc Wijnants;  Dr. ing. Gregory Van Barel and Dr Margareth Gfrerer, and one postgraduate student, Tine Van de Walle, from the University of Antwerp, Belgium. The purpose of this visit is to discuss potentials of doing research collaboration.  Mrs Tine van der Walle will conduct her research in the Department of Agroindustrial Technology for four months started on February 16, 20155.  She will be suprvised by Dr. Erliza Noor and Dr. Yandra.

Antwerp

Figure 1.  Faculties of DAT and the University of Antwerp

During this visit, they visited facilities and research results of DAT such as instrument laboratory, Processing Technology Laboratory and Research Results display room.

Jpeg

Figure 2.  Discussion between faculties of DAT and the University of Antwerp

Re-Akreditasi Laboratorium Pengujian TIN

Komite Akreditasi Nasional (KAN) melaksanakan kegiatan Re-Akreditasi terhadap Laboratorium terakreditasi ISO/IEC 17025-2008  yang dimiliki oleh Laboratorium Pengujian Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN-IPB)  dengan No. LP-323-IDN, di Darmaga Bogor pada hari Senin – Selasa tanggal 8-9 Desember 2014.

Akreditasi Lab. Pengujian TIN akan berakhir pada 25 Mei 2015, sesuai dengan peraturan KAN, maka setiap Lab yang akan habis masa akreditasinya maka harus segera melakukan proses Re-akreditasi. Agenda ini merupakan salah satu persyaratan bagi laboratorium pemegang akreditasi dari KAN yang wajib dilaksanakan apabila waktu akreditasi akan berakhir. Tahun ini Re-Akreditasi dilaksanakan terhadap beberapa ruang lingkup, yaitu: ruang lingkup Air Limbah, Air Minum, Air Bersih, Sludge, Gula Kristal Mentah dan Tepung.

Prof. Nastiti Siswi Indrasti selaku Ketua Departemen membuka acara tersebut secara resmi, di ruang sidang TIN. Acara tersebut dihadiri juga oleh Prof. Suprihatin selaku Manajer Teknis II, Dr. Dwi Setyaningsih selaku Manajer Mutu, Angga Yuhistira, MSi selaku Deputi Manajer Mutu,  serta jajaran manajemen beserta personil laboratorium terkait. Dari pihak KAN menugaskan dua orang assessor yaitu Bapak Tahid sebagai Lead Assessor dan Ibu Niniek sebagai anggota/tenaga ahli.

Lab. Pengujian TIN-IPB sebagai Laboratorium penguji yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak tahun 4 Agustus 2006 telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025 : 2008, maka proses Re-Akreditasi merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Lab. Pengujian TIN untuk mempertahankan masa berlakunya status Akreditasi setiap 4 (empat) tahun sekali sesuai masa berlakunya sertifikat Akreditasi. Walapun masa berlakunya hingga 25 Mei 2015, berdasarkan peraturan KAN bahwa setiap laboratorium wajib mengajukan Re-Akreditasi selambat-lambatnya 6 bulan sebelum masa berlakunya berakhir.

Pada prinsipnya Laboratorium Pengujian Departemen TIN IPB dalam melaksanakan kegiatannya masih mengacu pada Sistem Manajemen Mutu sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025 : 2008 secara konsisten dan didukung oleh personel, peralatan, metode uji dan sarana dan prasarana yang memadai, walaupun berdasarkan hasil asesmen masih ada beberapa ketidaksesuaian yang perlu diperbaiki untuk direkomendasikan dan diperpanjang masa Akreditasinya. Hasil asesmen menyangkut persyaratan manajemen dan persyaratan teknis. Hasil ini juga menjadi bahan masukan dan perbaikan yang berkelanjutan bagi Lab. Pengujian TIN IPB.

Penutupan Re-Akreditasi
Gambar 1. Tim Asesor dan Tim Laboratorium pada saat Penutupan

Berdasarkan hasil kegiatan Re-Akreditasi yang telah dilaksanakan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) di Laboratorium Pengujian Departemen TIN-IPB selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 8sampai dengan 9 Desember 2014 dapat disimpulkan sebagai berikut :

Hasil assesmen di lapangan bahwa untuk bidang–bidang pengujian yang diajukan dapat direkomendasikan untuk diperpanjang masa akreditasinya setelah Laboratorium menindaklanjuti semua ketidaksesuaian dengan memuaskan

Kami sampaikan banyak terima kasih kepada Asesor Kepala, Asesor Anggota (tenaga ahli) dan kepada Pimpinan Puncak beserta seluruh personil Laboratorium Pengujian Departemen TIN-IPB atas terlaksananya kegiatan Re–Akreditasi, dengan harapan setelah perbaikan ketidaksesuaian, maka Laboratorium Pengujian Departemen TIN-IPB dapat diperpanjang masa Akreditasinya

Sumber : labtin

Monev Mahasiswa Double Degree

Departemen TIN diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti dan Dr. Ir. Yandra Arkeman, MEng. mengadakan monitoring dan evaluasi kemajuan studi mahasiswa double degree Inovation dan Entrepreneurship di The University of Adelaide, Australia pada tanggal 24-27 November 2014.  Hasil dari monitoring dan evaluasi adalah seluruh mahasiswa (18 orang) telah mempresentasikan proposal tesisnya dengan baik didepan staf University of Adelaide dan IPB. Tim IPB juga telah melakukan tatap muka dengan semua mahasiswa untuk mengevaluasi kemajuan studi dan kecocokan pelaksanaan studi sesuai dengan yang telah dirancang. Mahasiswa merasa puas dengan sistem pengajaran dan bisa mengikuti mata kuliah – mata kuliah yang diberikan beserta penugasan – penugasan lainnya.

Adelaide MonevSelain Monev mahasiswa Double degree, tim IPB melakukan diskusi dengan pihak University of Adelaide untuk merancang kerjasama dimasa yang akan datang. Bentuk kerja sama lanjutan yang dirancang antara lain : 1) Executive Depelovment Program, 2) PhD Joint Degree Program, dan 3) International Conference on Adaptive and Intelligent Agroindustri  (ICAIA) 2015.

Selamat Datang

Dear All,

Selamat datang di blog saya. Terima kasih atas kunjungan anda di website ini. Silahkan melihat sekitar situs saya. Jika Anda memiliki komentar atau pertanyaan tentang situs ini, atau hanya memerlukan informasi lebih lanjut dan ingin menghubungi saya, silahkan hubungi saya melalui e-mail.

Saya seorang dosen / profesor teknologi lingkungan di Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor, Indonesia. Silahkan hubungi saya untuk kerjasama penelitian bersama.